Berbagai Mitos Tentang Hewan Dan Fakta Dibaliknya

0

Sebagian besar orang menyayangi binatang. Agan-agan akan sering bertemu dengan orang-orang yang banyak mngetahui tentang mereka. Namun saat ini kebanyakan kita masih sering percaya dengan mitos-mitos yang turun-temurun disampaikan ke kita tentang hewan dan kita menganggapnya sebagain kebenaran. Namun dari semua yang kita ketahui dan dengar, mitos mana sajakah yang merupakan fakta?

Thread ini ane buat agar agan-agan tidak terlihat tolol saat seseorang dengan penuh percaya diri bicara tentang salah satu mitos tersebut…padahal ia sebenarnya salah. Disini kita akan sama-sama mengungkap kebenaran dibalik sebuah mitos. So…Cekidot gan!!

1. Mitos: Cheetah adalah binatang tercepat di dunia
Orang-orang sering bilag cheetah adalah hewan tercepat di dunia. Memang cheetah dapat berlari hingga 110km/jam. Kecepatan yang bahkan bisa membuat agan kena tilang kalau berkendaraan di jalan raya. Namun apakan hal itu cukup untuk cheetah mendapatkan predikat sebagai hewan tercepat di dunia?


Cheetah memang cepat, tapi bukan yang tercepat. Burung alap-alap sawah bisa terbang hingga kecepatan 320km/jam saat sedang mengejar mangsa. Cheetah memang dapat ngebut sampai 100km/jam, namun kecepatan tersebut hanya bertahan 30 detik. Setelah itu cheetah akan kelelahan dan kepanasan sehingga harus memelankan kecepatannya. Namun jika dibandingkan hewan darat lain, cheetah adalah benar binatang darat tercepat sedunia.

2. Mitos: Cara sembuh dari sengatan ubur-ubur adalah pipis di luka sengatannya
Banyak kejadian dimana ketika agan sedang berlibur di pantai, tiba-tiba agan merasa kaki agan terasa sakit dan panas seperti disengat oleh sesuatu. Saat itu mungkin agan telah menyentuh tentakel ubur-ubur yang beracun. Banyak yang percaya untuk mengobati sakit akibat sengatan ubur-ubur adalah dengan pipis diatas lukanya. Apakah benar cara tersebut akan berhasil?


Cara itu gak akan membantu, malah mungkin membuatnya lebih parah. Zat kimia dalam air kencing mungkin memperparah reaksi kimia yang terjadi dengan racunnya. Belum lagi dengan adanya kemungkinan bekas luka yang terinfeksi bakteri oleh air kencing. Cara terbaik jika agan tersengat ubur-ubur adalah mencucinya dengan air bersih yang mengalir.

3. Mitos: Kita harus menghisap bisa dari luka gigitan ular
Nyang hobi nonton film (terutama Bollywood) pasti tau nih adegan ngisep bisa ular, yakan? hehehe…
Biasanya kita beranggapan klo kita ngisep luka gigitan ular, racunnya bakal keluar sehingga korban bisa selamat. Apa bener mekanisme nya kayak itu?


Agan gak mungkin bisa mengisap bisa dari luka bekas gigitan ular. Bisa yang masuk ke pembuluh darah akan langsung mengikuti aliran darah yang kecepatannya 18cm/detik. Bayangin aja persiapan dari mulai terkena bisa sampai agan mengisap? anggep total 30detik dan itu berarti bisa sudah beredar ke tubuh korban sejauh 540cm atau 5,4m. Sudah sangat cukup menyebar keseluruh tubuh. Bukan tidak mungkin ada bisa yang ikut tertelan agan sehingga membahayakan nyawa agan sendiri.

Perawatan terbaik yang bisa dilakukan adalah menyuruh korban tenang dan tidak panik agar mencegah detak jantung lebih kencang, sehingga menyebabkan bisa menyebar keseluruh lebih cepat. Lalu ikat lah bagian tubuh yang terkena gigitan dan segera hubungi pusat kesehatan agar segera mendapat anti-venom yang tepat.

4. Mitos: Harimau gak hanya punya bulu yang belang tapi juga kulit yang belang
Kedengarannya agak aneh, namun banyak yang percaya yang belang pada harimau gak cuma bulu tapi juga kulitnya. Benar gak ya??


Orang yang pertama kali mencukur bulu harimau ane kasih salut dah. Tapi pada penelitian oleh para zoolog didapatkan…belang harimau emang sampe kulitnya gan. Gak cuma di bulu. Unik ya??

5. Mitos: Kangguru adalah hewan dengan predikat “Pro-Boxer”
Kangguru yang sedang bertinju adalah lambang negara Australia. Selama perang dunia lambang tersebut dipakai di berbagai peralatan perang Australia. Bahkan lambang tim Olimpiade mereka juga kangguru dengan sarung tinju. Namun apakah benar kangguru setara atau bahkan bisa bertinju bak seorang pro?


Di sekitar akhi 1900-an, ada semacam pertunjukan keliling di Australia yang memberi kesempatan para penonton untuk bertanding tinju dengan kangguru. Dan tahukah? Nyaris gak ada seorang pun yang menang bertinju melawan kangguru, bahkan bagi mereka yang sudah berlatih. Kangguru liar memang terbiasa bertinju sesama pejantan untuk menarik perhatian betina.

PRASANGKA BURUK

0

Di sebuah negeri zaman dulu kala, seorang pelayan raja tampak gelisah. Ia bingung kenapa raja tidak pernah adil terhadap dirinya. Hampir tiap hari, secara bergantian, pelayan-pelayan lain dapat hadiah. Mulai dari cincin, kalung, uang emas, hingga perabot antik. Sementara dirinya tidak.

Hanya dalam beberapa bulan, hampir semua pelayan berubah kaya. Ada yang mulai membiasakan diri berpakaian sutera. Ada yang memakai cincin di dua jari manis, kiri dan kanan. Dan, hampir tak seorang pun yang datang ke istana dengan berjalan kaki seperti dulu. Semuanya datang dengan kendaraan. Mulai dari berkuda, hingga dilengkapi dengan kereta dan kusirnya.

Ada perubahan lain. Para pelayan yang sebelumnya betah berlama-lama di istana, mulai pulang cepat. Begitu pun dengan kedatangan yang tidak sepagi dulu. Tampaknya, mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing.

Cuma satu pelayan yang masih miskin. Anehnya, tak ada penjelasan sedikit pun dari raja. Kenapa beliau begitu tega, justru kepada pelayannya yang paling setia. Kalau yang lain mulai enggan mencuci baju dalam raja, si pelayan miskin ini selalu bisa.

Hingga suatu hari, kegelisahannya tak lagi terbendung. “Rajaku yang terhormat!” ucapnya sambil bersimpuh. Sang raja pun mulai memperhatikan. “Saya mau undur diri dari pekerjaan ini,” sambungnya tanpa ragu. Tapi, ia tak berani menatap wajah sang raja. Ia mengira, sang raja akan mencacinya, memarahinya, bahkan menghukumnya. Lama ia tunggu.

“Kenapa kamu ingin undur diri, pelayanku?” ucap sang raja kemudian. Si pelayan miskin itu diam. Tapi, ia harus bertarung melawan takutnya. Kapan lagi ia bisa mengeluarkan isi hati yang sudah tak lagi terbendung. “Maafkan saya, raja. Menurut saya, raja sudah tidak adil!” jelas si pelayan, lepas. Dan ia pun pasrah menanti titah baginda raja. Ia yakin, raja akan membunuhnya.

Lama ia menunggu. Tapi, tak sepatah kata pun keluar dari mulut raja. Pelan, si pelayan miskin ini memberanikan diri untuk mendongak. Dan ia pun terkejut. Ternyata, sang raja menangis. Air matanya menitik.

Beberapa hari setelah itu, raja dikabarkan wafat. Seorang kurir istana menyampaikan sepucuk surat ke sang pelayan miskin. Dengan penasaran, ia mulai membaca, “Aku sayang kamu, pelayanku. Aku hanya ingin selalu dekat denganmu. Aku tak ingin ada penghalang antara kita. Tapi, kalau kau terjemahkan cintaku dalam bentuk benda, kuserahkan separuh istanaku untukmu. Ambillah. Itulah wujud sebagian kecil sayangku atas kesetiaan dan ketaatanmu.”

***

Betapa hidup itu memberikan warna-warni yang beraneka ragam. Ada susah, ada senang. Ada tawa, ada tangis. Ada suasana mudah. Dan, tak jarang sulit.

Sayangnya, tak semua hamba-hamba Yang Maha Diraja bisa meluruskan sangka. Ada kegundahan di situ. Kenapa kesetiaan yang selama ini tercurah, siang dan malam; tak pernah membuahkan bahagia. Kenapa yang setia dan taat pada Raja, tak dapat apa pun. Sementara yang main-main bisa begitu kaya.

Karena itu, kenapa tidak kita coba untuk sesekali menatap ‘wajah’Nya. Pandangi cinta-Nya dalam keharmonisan alam raya yang tak pernah jenuh melayani hidup manusia, menghantarkan si pelayan setia kepada hidup yang kelak lebih bahagia.

Pandanglah, insya Allah, kita akan mendapati jawaban kalau Sang Raja begitu sayang pada kita.

 

Free Download Novicorp WinToFlash 7.4.3 Full

1

Image

Dengan adanya windows terbaru yaitu windows 8 orang berbondong-bondong untuk mencicipi rasanya windows 8 di komputer mereka masing-masing,tetepi kendalanya produk dari Windows terkenal mahal dan masyarakat Indonesia yang mayoritas menengah ke bawah tidak memungkinkan untuk membelinya.Untuk itu kita,harus pilih alternatif lain yaitu dengan cara menginstall Windows 8 melalui Flasdisk,tetapi untuk mentransfer Windowsnya kita membutuhkan software yang bernama “Novicorp WinToFlash” yang sering dikenal dengan nama WinToFlash saja.Menginstall menggunakan Flashdisk bisa diterapkan dengan netbook.

Dari namanya aja sudah bisa ditebak WinToFlash(Windows To FlashDisk/Windows ke FlashDisk),WinToFlash merupakan salah satu software yang digunakan untuk mentransfer Windows ke Flashdisk,dengan kata lain kita akan menginstall WIndows melalui Flashdisk.

Berikut informasi WinToFlash dari website resminya:

  • Pull the contents of a Windows XP/2003/Vista/2008/7/8 install disc and prep the USB drive to become a bootable replacement
  • Windows 32 bit and 64 bit full support
  • Support all editions of Windows – Home, Professional, Media Center, Ultimate, etc.
  • ISO, RAR, ARJ, ZIP, 7z, CAB, DMG full support
  • Transfer a Recovery CD or a tiny OS (BartPE based on Windows XP/2003, WinPE based on Windows Vista/2008/7/8) to a USB drive
  • Wipe a USB media (destroy all data on it)
  • Create a USB drive with emergency bootloader for Windows 2000/XP/2003
  • Transfer MS-DOS to a USB drive
  • Create a USB drive with Windows XP/2003 Recovery Console
  • Format USB drive to FAT16 or FAT32
  • Fine tune any option of FAT file system for better compatibility
  • Fine tune any option of partitions table
  • Select boot loader for a USB drive, like GRUB or Standard one
  • Select partition type – CHS or LBA for better compatibility with some motherboards
  • Create aswers file for Windows Setup. Add serial number, user name, etc.
  • Windows Setup transfer process fine tune
  • Check USB drive for file system errors after Windows Setup transfer process
  • Fix some Windows Setup problems, like 0x6B BSOD
  • AntiSMS function to fix boot blockers (send SMS to short number/buy something/etc. to unlock your PC problem) or viruses
  • WinToFlash is portable application, you can carry around with you on a portable device and use on any computer
  • Tranfer profiles support – save your transfer options and load it at any time
  • Windows serial number encryption in profile with password
  • Detailed log file
  • Updates reminder
  • Easy to use classic interface, like ntbackup utility
  • Wizard with only two options for quick Windows Setup transfer
  • Multilanguage support
  • Now includes free WinToFlash Suggestor

http://www.ziddu.com/download/23472413/NovicorpWinToFlashfull.zip.html#

KARENA UKURAN KITA TAK SAMA

0

“seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi”

Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.

Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya,

“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”

Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.

”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,

“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”

Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras.

kisah inspirasi

”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.

“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman,“Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.

”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”

“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“

“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”

Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya & bergumam,

”Demi Allah, benarlah Dia & RasulNya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”

‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.

‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras & bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab & ringan tangan turun gelanggang – dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.

‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah & dibekalinya bertimbun dinar.

Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda.

Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.

“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”

Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.

Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai bahawa Ibrani dalam empat belas hari.

Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.

“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”

“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku.
Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”

Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.

Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.

Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.

Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.

Selanjutnya, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah. Sebagai sesama mukmin, perbedaan dalam hal-hal bukan asasi
tak lagi terpisah sebagai “haq” dan “bathil”. Istilah yang tepat adalah “shawab” dan “khatha”.

Tempaan pengalaman yang tak serupa akan membuatnya lebih berlainan lagi antara satu dengan yang lain.

Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita pahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.

Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan hal ini dengan indah. “Pendapatku ini benar,” ujar beliau,”Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”

sepenuh cinta,
Salim A. Fillah

10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Bersyukur

0

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, “Beri kami sedekah, Bu!”

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, “Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!”

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, “Tidak… tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

kisah inspirasi

Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: “Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!”

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, “Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga….!”
Deggg…!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. “Ada apa Pak?” Istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: “Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!”

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
“Bu…, aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!

Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

Bu…, aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.”

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu

kisah diambil dari http://myquran.org/forum/index.php/topic,82145.0.html di posting oleh andy swan
gambar dari http://mathedu-unila.blogspot.com/2010/07/gambar-uang-10-ribu-baru.