Sebagian besar orang menyayangi binatang. Agan-agan akan sering bertemu dengan orang-orang yang banyak mngetahui tentang mereka. Namun saat ini kebanyakan kita masih sering percaya dengan mitos-mitos yang turun-temurun disampaikan ke kita tentang hewan dan kita menganggapnya sebagain kebenaran. Namun dari semua yang kita ketahui dan dengar, mitos mana sajakah yang merupakan fakta?
Thread ini ane buat agar agan-agan tidak terlihat tolol saat seseorang dengan penuh percaya diri bicara tentang salah satu mitos tersebut…padahal ia sebenarnya salah. Disini kita akan sama-sama mengungkap kebenaran dibalik sebuah mitos. So…Cekidot gan!!
1. Mitos: Cheetah adalah binatang tercepat di dunia
Orang-orang sering bilag cheetah adalah hewan tercepat di dunia. Memang cheetah dapat berlari hingga 110km/jam. Kecepatan yang bahkan bisa membuat agan kena tilang kalau berkendaraan di jalan raya. Namun apakan hal itu cukup untuk cheetah mendapatkan predikat sebagai hewan tercepat di dunia?

Cheetah memang cepat, tapi bukan yang tercepat. Burung alap-alap sawah bisa terbang hingga kecepatan 320km/jam saat sedang mengejar mangsa. Cheetah memang dapat ngebut sampai 100km/jam, namun kecepatan tersebut hanya bertahan 30 detik. Setelah itu cheetah akan kelelahan dan kepanasan sehingga harus memelankan kecepatannya. Namun jika dibandingkan hewan darat lain, cheetah adalah benar binatang darat tercepat sedunia.
2. Mitos: Cara sembuh dari sengatan ubur-ubur adalah pipis di luka sengatannya
Banyak kejadian dimana ketika agan sedang berlibur di pantai, tiba-tiba agan merasa kaki agan terasa sakit dan panas seperti disengat oleh sesuatu. Saat itu mungkin agan telah menyentuh tentakel ubur-ubur yang beracun. Banyak yang percaya untuk mengobati sakit akibat sengatan ubur-ubur adalah dengan pipis diatas lukanya. Apakah benar cara tersebut akan berhasil?

Cara itu gak akan membantu, malah mungkin membuatnya lebih parah. Zat kimia dalam air kencing mungkin memperparah reaksi kimia yang terjadi dengan racunnya. Belum lagi dengan adanya kemungkinan bekas luka yang terinfeksi bakteri oleh air kencing. Cara terbaik jika agan tersengat ubur-ubur adalah mencucinya dengan air bersih yang mengalir.
3. Mitos: Kita harus menghisap bisa dari luka gigitan ular
Nyang hobi nonton film (terutama Bollywood) pasti tau nih adegan ngisep bisa ular, yakan? hehehe…
Biasanya kita beranggapan klo kita ngisep luka gigitan ular, racunnya bakal keluar sehingga korban bisa selamat. Apa bener mekanisme nya kayak itu?

Agan gak mungkin bisa mengisap bisa dari luka bekas gigitan ular. Bisa yang masuk ke pembuluh darah akan langsung mengikuti aliran darah yang kecepatannya 18cm/detik. Bayangin aja persiapan dari mulai terkena bisa sampai agan mengisap? anggep total 30detik dan itu berarti bisa sudah beredar ke tubuh korban sejauh 540cm atau 5,4m. Sudah sangat cukup menyebar keseluruh tubuh. Bukan tidak mungkin ada bisa yang ikut tertelan agan sehingga membahayakan nyawa agan sendiri.
Perawatan terbaik yang bisa dilakukan adalah menyuruh korban tenang dan tidak panik agar mencegah detak jantung lebih kencang, sehingga menyebabkan bisa menyebar keseluruh lebih cepat. Lalu ikat lah bagian tubuh yang terkena gigitan dan segera hubungi pusat kesehatan agar segera mendapat anti-venom yang tepat.
4. Mitos: Harimau gak hanya punya bulu yang belang tapi juga kulit yang belang
Kedengarannya agak aneh, namun banyak yang percaya yang belang pada harimau gak cuma bulu tapi juga kulitnya. Benar gak ya??

Orang yang pertama kali mencukur bulu harimau ane kasih salut dah. Tapi pada penelitian oleh para zoolog didapatkan…belang harimau emang sampe kulitnya gan. Gak cuma di bulu. Unik ya??
5. Mitos: Kangguru adalah hewan dengan predikat “Pro-Boxer”
Kangguru yang sedang bertinju adalah lambang negara Australia. Selama perang dunia lambang tersebut dipakai di berbagai peralatan perang Australia. Bahkan lambang tim Olimpiade mereka juga kangguru dengan sarung tinju. Namun apakah benar kangguru setara atau bahkan bisa bertinju bak seorang pro?

Di sekitar akhi 1900-an, ada semacam pertunjukan keliling di Australia yang memberi kesempatan para penonton untuk bertanding tinju dengan kangguru. Dan tahukah? Nyaris gak ada seorang pun yang menang bertinju melawan kangguru, bahkan bagi mereka yang sudah berlatih. Kangguru liar memang terbiasa bertinju sesama pejantan untuk menarik perhatian betina.


